Hypnotherapy sebenarnya telah mencatatkan capaian perform-nya dengan baik. Pun, masih banyak pula diantara kita yang masih ragu dan bertanya-tanya; seperti apa dan bagaimana gambaran lebih detail tentang hypnotherapy itu sendiri.
Nah, melengkapi informasi selayang pandang tentang dunia hypnotherapy, maka kali ini saya nak mengangkat topik tentang, kelebihan dari hypnotherapy.
Berikut beberapa hal yang dapat saya sampaikan;
- Hipnoterapi tidak hanya untuk orang yang mempunyai masalah, tapi orang normal atau sehatpun dapat menggunakan hipnoterapi untuk memaksimalkan kemampuannya dalam segala bidang kehidupan.
- Metode ini AMAN dan ALAMIAH.
- Betul. Hypnotherapy memang bisa diaplikasikan dalam bentuk terapi jarak jauh. Implementasinya bisa macam-macam.. bisa memanfaatkan media chatting online (YM atau FB chat), bisa melalui telpon, SMS, pun dengan pendekatan model Remote EFT, maupun bentuk terapi energi.
- Sisi kelebihan lainnya adalah.. lebih terjaganya sisi privasi klien, karena terapus dapat menggunakan berbagai teknik yang tidak perlu mengkondisikan klien harus menjawab (secara lisan) seperti pada sebuah sesi in-dept interview untuk menggali informasi secara detail dan dalam rangka mencari pemecahan kasus yang dialami oleh klien.
- Pun, bahwa terapi dengan metode ini.. pasien/klien pada saat menjalani proses terapinya, tidak mengalami rasa sakit.. justru pada kondisi yang nyaman, dan penyembuhan akan dirasakan bergulir wajar dan alamiah.
So, semoga catatan ini akan terus dapat diperkaya.. dan semakin memberikan gambaran awal yang lebih baik tentang hypnotherapy sehingga dapat lebih meyakinkan masyarakat atau klien, guna menjalani terapi dengan metode ini.
No Comments »
Berbagai teknik dan tips diajarkan di dunia parenting. Nah, kali ini.. saya hendak berbagi beberapa contoh aplikasi komunikasi dengan anak, dengan memanfaatkan pendekatan hipnoterapi.
Berikut beberapa contoh aplikasinya;
:: aplikasi #1
.. cara lebih baik dan powerfull, dalam mengingatkan anak..
“Besok tidak boleh lupa membawa tugas sekolah”
>>> sebaiknya mengatakan ~ “besok tugas sekolah-nya dibawa yaa..”
:: aplikasi #2
..cara lebih baik, menyikapi kenakalan..
“Tambah gedhe kok tambah nakal sih..???”
>>> sebaiknya mengatakan ~ “Sudah tambah gedhe, tambah ngerti lo ya..??!”
:: aplikasi #3
..jika menemui anak sedang gelisah.. atau ragu2..
>> kita bisa melakukan diantaranya hal berikut ini;
(a) peluk dia.. tunjukkan rasa sayang Anda, lalu katakan pelan sambil menatap matanya.. “gapapa.. kan anak ayah/ibu, anak hebat! yah?!!”
(b) posisikan mata kita sejajar dengan mata anak (jika perlu kita jongkok saat berbicara dengannya).. pegang kedua tangannya, dan yakinkan dia.
Itulah tadi beberapa aplikasi simpel komunikasi dengan anak, semoga bermanfaat. Saya penasaran sekali menunggu sharing dan kisah-kisah Anda tentang ini.
1 Comment »
Keseharian kita, seringkali secara tidak kita sadari telah ‘bermain-main’ dan terbiasa dengan self-talk yang negatif. Dan jika kita tidak segera menyadari dan mengontrol/me-manage hal-hal seperti ini, tentu saja hal itu perlu kita waspadai karena self-talk yang dengan repetisi yang memadai, maka ia pun berkontribusi cukup banyak dalam membentuk diri kita.
Nah, kali ini saya hendak share tentang salah satu kata atau lebih tepatnya penghubung kalimat, “tapi”. Saya akan coba kupas secara singkat melalui contoh aplikasi langsung, dan silahkan Anda dapat merasakan bedanya.
Berikut ini adalah beberapa kutipan singkat, dan beberapa suggest yang dapat saya berikan untuk hal semacam itu:
- Saya pengen ikut, tapi waktunya.. >> coba gantikan dengan >> entah soal waktunya gimana, tapi saya pengen ikut.
- Saya pengen ikut, tapi jauh.. >> coba gantikan dengan >> tempatnya jauh, tapi saya pengen ikut.
- Saya pengen ikut, tapi duitnya belum cukup.. >> coba ganti dengan >> duitku belum cukup, tapi saya pengen ikut.
- Saya pengen bisa, tapi saya nggak PD.. >> coba gantikan dengan >>saya nggak PD, tapi saya pengen bisa.
- ..dst, dst.
Seru-seru kan..??!
Apalagi jika pada kalimat pengganti, diawali dengan “biarpun”. Sehingga polanya akan menjadi : biarpun bla-bla-bla, tapi bla-bla-bla.
Cobalah teman-teman cermati dan rasakan bedanya kalimat awal dan kalimat pengganti. Adakah perbedaan fokus disitu? apa prediksi Anda terhadap hal selanjutnya pada masing-masing pilihan dan sikap pada contoh di atas tadi? dan bagaimana kira-kira hasil yang akan dicapai?
Pada kalimat model A (yang model pertama), kita lebih berfokus dan memberikan penekanan pada problem atau masalah yang kita hadapi. Selanjutnya yang terjadi adalah, bahwa kita akan berusaha menghindari masalah tersebut dengan meniadakan atau menetralkan apa yang kita telah inginkan seperti yang ada pada bagian kalimat.
Hal ini berbeda banget dengan konteks kalimat model B (model setelah diganti susunan kalimatnya). Kalimat seperti itu, akan memberikan self-talk ‘perintah’ pada diri kita untuk lebih fokus pada solusi. Selanjutnya yang terjadi adalah, bahwa meski ada problem yang menghadang di depan kita, maka karena kita telah mencanangkan keinginan atau impian, maka penekanan kita adalah mencari solusi dari problem tersebut.
Oke, selamat bereksplorasi. Semakin positif dan lebih berdaya!
>> NB: pada level selanjutnya.. “tapi”, “namun”… diganti dengan “dan”.
1 Comment »
Kali ini saya mau sharing hal sederhana lagi, yaitu tentang Mindset dan Sukses.
Singkatnya.., saya mau coba membahas sedikit tentang hubungan mindset dan sukses dari apa yang saya pahami.
MINDSET adalah suatu bentuk pemodelan dalam berpikir. Sebuah set keyakinan atau cara berpikir pada diri seseorang yang mendasarinya berperilaku dan membentuk mental yang ada pd dirinya.
SUKSES merupakan PENCAPAIAN
MINDSET adalah roh dari KESUKSESAN
Sehingga.. MIND SET adalah SUKSES itu sendiri.
Artinya.. SUKSES adalah Bagaimana Anda menata dan mengkontruks MINDSET Anda.
Dan atau KESUKSESAN ANDA tergantung apa dan bagaimana bangunan MINDSET Anda.
Itulah kenapa, berlaku hukum relative pada KESUKSESAN seseorang.
Itulah kenapa, pendapat orang tentang penilaian sukses berbeda-beda.
Dan hati-hati.. hargailah perbedaan mindset sukses sesama kita, karena itu alamiah. Mari saling belajar saja dari perbedaan itu.
No Comments »
Ada sekian banyak orang yang terhenti langkahnya dan atau bahkan tidak berani melangkah karena “penyakit” ini. Dan yang luar biasa, dari penelusuran saya sementara ini, cukup banyak temuan bahwa pasien pada kasus ini yang ternyata seolah merasa enggan mencari kesembuhan dari “sakit” yang dia alami ini.
Note yang saya tulis kali ini sengaja mengambil isu sederhana namun populer.. tentang “perasaan takut salah!”
Beberapa saat yang lalu saya posting status yang barangkali masih relevan dengan topik kita kali ini. mari kita simak dan cermati bersama.
“Yang sering dikhawatirkan adalah bagaimana komentar orang karena kita telah melakukan kesalahan. Itu yang justru banyak membuat orang takut salah. Pernahkah terlintas bahwa kita justru perlu lebih waspada jika pada perjalanan hingga sejauh ini, kok berasa belum melakukan kesalahan..???”
Dan berikut adalah beberapa point isu yang dapat diangkat dari statement atau quote di atas:
a. Bahwa TERNYATA, setelah ditelaah lebih mendalam.. lebih banyak orang mengalami perasaan takut salah adalah justru lebih disebabkan karena persepsi tuntutan dari lingkungan sekitarnya yang ia coba definisikan secara sepihak. Lugasnya begini.. lebih banyak orang merasa takut salah itu justru lebih pada perspektif, kuatir atau gelisah dengan kemungkinan/prediksi mereka sendiri tentang “kira2 apa yaa kata orang nanti jika saya ternyata tidak bisa, jika ternyata apa yang saya pikirkan/katakan/lakukan salah..??”
b. Bahwa TERNYATA, orang yang sering mengalami TAKUT SALAH ini.. berdampak pada ketidak percayaan diri atau perasaan minder, investasi terhadap impotensi diri, dan .. akan terus berakumulasi secara jangka panjang membungkus rapat2 potensi yang kita miliki. terlalu sayang!!..
c. Bahwa justru kita seharusnya lebih lebih waspada jika pada perjalanan hingga sejauh ini, kok berasa belum melakukan kesalahan..??? >>mengapa..??? adakalanya kita ternyata kurang teliti, kurang peka atau bahkan kita terlampau yakin bahwa diri kita yang paling benar.
LALU..??
**pesan yang hendak saya coba sampaikan disini adalah: teruslah melangkah! sebab hidup ini terlalu berharga untuk selalu kita lewatkan begitu saja dengan berdiam diri karena perasan takut salah. Proses ‘mencari kebenaran’ itulah yang sebenarnya akan sangat bernilai. dan tentunya.. proses itu akan banyak melewati berbagai hal termasuk yang sering kita sebut kesalahan tadi.
2 Comments »
Berikut ini adalah serangkaian informasi yang saya kemas dalam bentuk tanya jawab, seputar tentang hypnosis, hipnotis. Semoga dapat memberikan gambaran lebih jelas buat temen-temen sekalian..
Apa bedhanya hypnosis dengan hypnotist?
Hypnotist adalah pelaku atau orangnya. Sedangkan Hypnosis adalah proses, kegiatan, atau kondisinya.
NB: di masyarakat kita seringkali dianggap sama.
Apakah setiap orang bisa melakukan hypnosis?
Yup, sebenarnya IYA.
Pada dasarnya setiap orang bisa. Ini bukan soal bakat, faktor keturunan, dan atau kesaktian tertentu.
Apakah pada kondisi hypnosis itu, seorang hypnotist memiliki control sepenuhnya terhadap klien?
Sebenarnya TIDAK.
Pada dasarnya tetap saja akan terbatasi dengan nilai-nilai atau belief yang diyakini oleh orang (kien) tersebut.
Apakah penting belajar hypnosis?
Sebenarnya itu tergantung pilihan pada diri masing-masing orang. Sebab segala sesuatu barua kan memiliki arti pada saat kita telah memberikan arti pada sesuatu itu.
Apakah seseorang bisa belajar hypnosis secara mandiri?
BISA. Pada dasarnya pelatihan-pelatihan dan workshop dilakukan untuk memperkenalkan metode yang lebih efektif saja.
Apakah berbahaya jika seseorang belajar hypnosis secara mandiri?
Pada dasarnya TIDAK BERBAHAYA SAMA SEKALI.
Hanya, belajar dengan tutor tentu akan lebih mudah, lebih efektif, dan terkendali dari peluang penyimpangan.
Apa sih modak utama belajar hypnosis?
MAU dan PERCAYA DIRI.
Apakah seseorang dapat membantu orang lain dengan kemampuan hypnosis yang ia miliki?
YA. Dan penanganan-penanganan kasus terapi seperti itulah yang dikenal dengan hypnotherapy.
Seperti apa sajakah kasus-kasus yang dapat ditangani dengan memanfaatkan hypnotherapy?
Hypnotherapy dapat membantu menyelesaikan kasus-kasus stress, depresi, trauma, fobia, minder atau kurang percaya diri, kegelisahan, kekecewaan atau kesedihan berkepanjangan, kurangnya penerimaan diri, kecanduan narkoba, dsb.
Apakah dalam hypnosis perlu ritual mistik atau berbau klenik tertentu?
TIDAK.
Jadi, ilmu hypnosis itu bukan ilmu hitam?
BUKAN! Hypnosis bukanlah ilmu hitam atau ilmu untuk berbuat jahat.
Hypnosis adalah secuil misteri ilmu yang yang ada di kehidupan ini, yang musti kita gali dan kita manfaatkan untuk membuat diri kita, kualitas hidup kita bisa lebih baik.
No Comments »
|